Selasa, 30 Oktober 2012

KEGIATAN PEMBELAJARAN PRAKTEK IPA SMK NEGERI 22 JAKARTA

Kelas                              :  XI TKJ, AK, AP DAN PM
Materi                            :   Penanganan limbah padat  organis menjadi kompos cair
Tujuan                            :    Memahami cara pembuatan kompos cair
Standar kompetensi       :   Memahami polusi dan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan
Kompetensi dasar          :   2.4. mendeskripsikan cara-cara penanganan limbah

Alam ini harus selalu dijaga keseimbangannya agar dapat mendukung kehidupan manusia. Agar alam terpelihara, manusia harus mempelajari tentang alam. Pembelajaran mengenai Ilmu Pengetahuan Alam dilakukan diberbagai jenjang pendidikan.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai salah satu lembaga pendidikan, perlu memberikan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam(IPA) kepada peserta didik.

IPA di SMK ditujukan agar peserta didik dapat memahami alam dan tahu bagaimana cara menjaga alam. Dan peserta didik apabila sudah terjun kemasyarakat dapat mengaplikasikannya dalam lingkungan dimana peserta didik  berada setelah tamat.

Dilingkungan kerja, sampah organis merupakan polutan yang paling banyak ditemui dan tampak hampir pada seitap lingkungan kerja. Khusus limbah smapah sampah di perkotaan di indonesia ada kecenderungan membahayakan lingkungan karena dapat merupakan sumber penyakit menular. Polusi sampah organis ini ditinjau dari segi  lingkungan  kesehatan dapat merusakkan berbagai perabotan, tanaman maupun benda lainnya.Bila sampah organis masuk kedalam air sunga, danau, empang dan kali, maka dapat mematikan kehidupan dalam air.Bau busuk dapat mengganggu kehidupan sekitar sampah organis tersebut, keadaan sekitar akan menjadi rusak dan keindahan lingkungan sekitar akan menjadi tidak terjaga.

Volume sampah organis di kota besar menunjukkan bahwa komponen sampah organis memiliki prosentase tertinggi. Untuk itu  peserta didik di sekolah hendaknya berperan serta dalam penanganan limbah padat organis disekitar sekolah menjadi kompos cair.  Pembuatan kompos cair merupakan salah satu cara terbaik untuk mengurangi timbunan sampah organis. Cara ini sangat cocok diditerapkan di daerah perkotaan yang tidak memiliki lahan yang luas, karena cara pembuatannya relatif mudah dantidak membutuhkan biaya besar, selain itu kompos dapat di jual sehingga dapat memberikan pemasukan tambahan atau bahkan mnjadi alternatif mata pencaharian

Kegiatan                       : Membuat kompos cair
Tujuan                          : Memahami cara pembuatan kompos cair
Alat dan bahan             :
Ø  Sampah organik yang mudah busuk(dicacah dan dipadatkan)
Ø  Gula cair (500mL)
Ø  Air bekas cucian beras( air tajin), sebaiknya yang pertama (1L)
Ø  Air kelapa yang sudah tua ( 1 L )
Ø  Air bersih ( jangan yang tercampur kaporit )(7 )
Ø  Larutan EM4 (1 L )
Ø  Ember plastik (ukuran 20 L) yang tertutup dan diberi lubang di sisi-sisinya.
Ø  Karung beras yang terbuat dari serat sintetis, karung harus berpori
Ø  Gayung
Ø  Tali rafia
Ø  Batu (untuk pemberat)
Cara  kerja:
  1. Masukkan sampah organik ke dalam karung beras dan tekan sampai padat, ikat karung beras dengan tali rafia.
  2. Buat larutan media dengan menyampurkan semua bahan selain sampah organik kedalam ember plastik.
  3. Masukkan karung beras berisi sampah organik ke dalam larutan media tersebut sampai sampah terendam seluruhnya. Supaya tidak mengapung, letakkan batu sebagai pemberat diatas karung beras tadi.
  4. Tutup ember dan simpan ember di tempat yang teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung.
  5. Setelah 7-10 hari, penutup ember , angkat karung berisi sampah organik dan pisahkan. Volume sampah yang masih padat ini bisa dijadikan bahan kompos.
  6. Fermentasi yang dihasilkan ditandai dengan adanya bercak-bercak putih pada permukaan cairan. Pupuk cair ini bisa digunakan untuk berbagau jenis tanaman. Penggunaan pupuk dilakukan dengan pengenceran 500: 1 atau  5 L air bisa dicampur dengan 10mL pupuk  kompos cair. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar