Kelas : XI TKJ, AK, AP DAN PM
Materi : Penanganan limbah padat organis menjadi kompos cair
Tujuan : Memahami cara pembuatan
kompos cair
Standar kompetensi : Memahami
polusi dan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan
Kompetensi dasar : 2.4. mendeskripsikan cara-cara penanganan
limbah
Alam ini harus selalu dijaga
keseimbangannya agar dapat mendukung kehidupan manusia. Agar alam terpelihara,
manusia harus mempelajari tentang alam. Pembelajaran mengenai Ilmu Pengetahuan
Alam dilakukan diberbagai jenjang pendidikan.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
sebagai salah satu lembaga pendidikan, perlu memberikan pelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam(IPA) kepada peserta didik.
IPA di SMK ditujukan agar peserta
didik dapat memahami alam dan tahu bagaimana cara menjaga alam. Dan peserta
didik apabila sudah terjun kemasyarakat dapat mengaplikasikannya dalam
lingkungan dimana peserta didik berada
setelah tamat.
Dilingkungan kerja, sampah
organis merupakan polutan yang paling banyak ditemui dan tampak hampir pada
seitap lingkungan kerja. Khusus limbah smapah sampah di perkotaan di indonesia
ada kecenderungan membahayakan lingkungan karena dapat merupakan sumber
penyakit menular. Polusi sampah organis ini ditinjau dari segi lingkungan
kesehatan dapat merusakkan berbagai perabotan, tanaman maupun benda
lainnya.Bila sampah organis masuk kedalam air sunga, danau, empang dan kali,
maka dapat mematikan kehidupan dalam air.Bau busuk dapat mengganggu kehidupan
sekitar sampah organis tersebut, keadaan sekitar akan menjadi rusak dan
keindahan lingkungan sekitar akan menjadi tidak terjaga.
Volume sampah organis di kota
besar menunjukkan bahwa komponen sampah organis memiliki prosentase tertinggi.
Untuk itu peserta didik di sekolah
hendaknya berperan serta dalam penanganan limbah padat organis disekitar
sekolah menjadi kompos cair. Pembuatan
kompos cair merupakan salah satu cara terbaik untuk mengurangi timbunan sampah
organis. Cara ini sangat cocok diditerapkan di daerah perkotaan yang tidak
memiliki lahan yang luas, karena cara pembuatannya relatif mudah dantidak
membutuhkan biaya besar, selain itu kompos dapat di jual sehingga dapat
memberikan pemasukan tambahan atau bahkan mnjadi alternatif mata pencaharian
Kegiatan : Membuat kompos cair
Tujuan : Memahami cara
pembuatan kompos cair
Alat dan bahan :
Ø Sampah
organik yang mudah busuk(dicacah dan dipadatkan)
Ø Gula
cair (500mL)
Ø Air
bekas cucian beras( air tajin), sebaiknya yang pertama (1L)
Ø Air
kelapa yang sudah tua ( 1 L )
Ø Air
bersih ( jangan yang tercampur kaporit )(7 )
Ø Larutan
EM4 (1 L )
Ø Ember
plastik (ukuran 20 L) yang tertutup dan diberi lubang di sisi-sisinya.
Ø Karung
beras yang terbuat dari serat sintetis, karung harus berpori
Ø Gayung
Ø Tali
rafia
Ø Batu
(untuk pemberat)
Cara kerja:
- Masukkan sampah organik ke dalam karung beras dan tekan sampai padat, ikat karung beras dengan tali rafia.
- Buat larutan media dengan menyampurkan semua bahan selain sampah organik kedalam ember plastik.
- Masukkan karung beras berisi sampah organik ke dalam larutan media tersebut sampai sampah terendam seluruhnya. Supaya tidak mengapung, letakkan batu sebagai pemberat diatas karung beras tadi.
- Tutup ember dan simpan ember di tempat yang teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung.
- Setelah 7-10 hari, penutup ember , angkat karung berisi sampah organik dan pisahkan. Volume sampah yang masih padat ini bisa dijadikan bahan kompos.
- Fermentasi yang dihasilkan ditandai dengan adanya bercak-bercak putih pada permukaan cairan. Pupuk cair ini bisa digunakan untuk berbagau jenis tanaman. Penggunaan pupuk dilakukan dengan pengenceran 500: 1 atau 5 L air bisa dicampur dengan 10mL pupuk kompos cair.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar